Real happiness comes from inside. Nobody can give it to you. -Sharon Stone

Senin, 25 Februari 2013

Paedagogi dan Pengalaman Saya :)


Apa itu Paedagogi ?

Paedagogi berasal dari bahasa Yunani, paid berarti kanak-kanak dan agogos berarti memimpin. Kemudian Pedagogi mengandung arti memimpin anak-anak atau perdefinisi diartikan secara khusus sebagai "suatu ilmu dan seni mengajar kanak-kanak". Akhirnya pedagogi kemudian didefinisikan secara umum sebagai "ilmu dan seni mengajar".  http://dschandradewi.blogspot.com/2011/01/metode-andragogi-dan-pedagogi.html

Paedagogi merupakan Seni dan Ilmu Mengajar. Dimana meliput beberapa hal, sebagai berikut 
  • Mempelajari dan mentransformasikan


Mengajar merupakan seni dan ilmu mentransformasikan bahan ajar kepada peserta didik pada situasi tertentu dan menggunakan media tertentu. Ilmu mengajar dapat dipelajari dimana pun dan kapan pun, baik secara individual, kelompok maupun lembaga. Seni dalam mengajar dapat dilihat dari interaksi pembelajaran yang sedang berlangsung.
  • Hubungan pikiran

Pembelajaran selalu melibatkan hubungan antara pikiran seseorang atau sekelompok orang dengan pikiran seseorang atau sekelompok orang lainnya. Pada guru dan peserta didik harus terjalin hubungan dua arah, dimana guru memberikan dan siswa menerima bantuan dan bimbingan yang diberikan gurunya.
            Banyak dan Beragam
Pada suatu proses mengajar, guru dihadapkan dengan banyak siswa dan beragam. Dan guru berperan dalam mendorong dan membangkitkan gairah baru siswa untuk membangun jembatan antara apa yang mereka ketahui dan dapat lakukan, serta bagaimana mereka mampu menjadi pembelajar yang berkelanjutan.
  • Seni, Ilmu dan Profesi

Mengajar dikatakan ilmu ketika seorang guru harus mengajar dengan berbasis dan dipandu oleh ilmu. Ketika mengajar dikatakan sebagai seni, mengajar melibatkan intuisi, improvisasi, dan ekspresi. Dan aktivitas pengajaran juga melibatkan penilaian professional, dimana mengajar merupakan panggilan profesi bagi guru.
  • Pengajar yang Cerdas 

Guru yang cerdas adalah guru yang mencerminkan keterpelajaran, integritas pribadi, dan kemampuan berkomunikasi dengan siswa. Terdapat beberapa karakteristik pribadi guru, antara lain jujur, disiplin, penyayang, integritas, antusias, motif, komitmen, dan ksatria. Dalam berkomunikasi dengan siswanya, guru harus menunjukkan sikap antusiasme di tengah suasana yang berisik dan intens. Dimana guru dituntut memiliki kemampuan untuk berempati, melihat situasi siswa kedalam situasi dirinya.


Berkut perbandingan mengenai pengalaman saya pada waktu kelas 1 sampai 3 SMA :
No.
Karakter Pribadi
Pengalaman Pribadi Sewaktu SMA
1.
Ksatria : mengakui kesalahan ketika memang melakukannya
Wali kelas saya pernah datang terlambat, dan ketika sampai dikelas, dia meminta maaf karena sudah terlambat.
2.
Jujur : memberitahu siswa tentang kebenaran dan menjelaskan tindakan dengan alasan situasi
Ketika wali kelas saya terlambat, dia menjelaskan kepada kami mengapa dia harus terlambat sampai kesekolah.
3.
Disiplin : menunjukkan kontrol diri dan dapat diandalkan untuk melakukan hal yang benar dalam setiap situasi
Guru saya selalu disiplin dalam hal pengumpulan tugas, dan tidak memberi toleransi pada siswa yang terlambat mengumpulkan tugas.
4.
Penyayang : menunjukkan diri benar-benar peduli dengan siswa secara pribadi dan professional.
Waktu kelas 1 SMA, saya punya guru yang sangat pengertian. Beliau meluangkan waktunya untuk menjelaskan kembali mengenai pelajaran kepada siswa yang belum mengerti.
5.
Integritas : selalu melakukan apa yang dikatakan apapun konsekuensinya
Sebagian besar guru saya sewaktu SMA mempunyai integritas yang tinggi. Mereka selalu melakukan seperti apa yang dikatakannya kepada siswa, contohnya guru melarang siswa untuk merokok. Dan mereka juga tidak merokok, paling tidak dalam lingkungan sekolah.
6.
Antusias : tampil bersemangat dan percaya pada apa yang diajarkan dan benar-benar bermaslahat untuk hidup
Saya mempunyai seorang guru yang terkenal karena semangatnya dalam mengajar, beliau mampu memotivasi siswanya untuk bersemangat mengikuti kelasnya.
7.
Motif bagus : menjadikan siswa selalu pada prioritas nomor satu
Salah satu guru saya menjadikan mengajar sebagai pengabdian hidupnya. Beliau menjadikan siswa sebagai kepentingan nomor satu dan selalu siap ketika dimintai bantuan mengenai pelajaran yang diajarkannya.
8.
Komitmen : menunjukkan semangat untuk menyampaikan materi secara tuntas.
Ada salah satu guru saya, yang menurut saya kurang memiliki komitmen dalam mengajar. Beliau lebih sering membaca koran ketika mengajar dan menyuruh kami mencatat ringkasan dari buku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar